INFORMASI HILAL SAAT MATAHARI TERBENAM TANGGAL 10 MEI 2013 (PENENTU AWAL BULAN RAJAB 1434H)


Berikut disampaikan informasi Hilal saat Matahari terbenam tanggal 10 Mei 2013 (Penentu awal bulan Rajab 1434 H). Informasi yang disampaikan di sini meliputi:

1. Waktu Konjungsi (Ijtima) dan Waktu Terbenam Matahari
2. Data Hilal dan Matahari untuk Beberapa Kota di Indonesia
3. Peta Ketinggian Hilal
4. Peta Elongasi
5. Peta Umur Bulan
6. Peta Lag
7. Peta Fraksi Illuminasi
8. Objek Astronomis Lainnya yang Berpotensi Mengacaukan Rukyat Hilal

Klik disini untuk mengunduh informasi selengkapnya.

Sub Bidang Gravitasi dan Tanda Waktu BMKG
Gedung Pusat Pelayanan Data dan Informasi Lt. 3
Jl. Angkasa I No. 2 Kemayoran, Jakarta 10720
Telepon : (021) 4246321 ext. 3309
Email : gtw@bmkg.go.id

::: tandawaktu


  » Informasi lainnya...

INFORMASI WAKTU TERBIT TERBENAM MATAHARI TANGGAL 16 s.d. 30 SEPTEMBER 2014 [16/9/2014]
Berikut disampaikan informasi waktu terbit terbenam Matahari, waktu fajar, waktu transit dan waktu senja tanggal 16 s.d 30 September 2014 untuk kota-kota besar di Indonesia.


INFORMASI WAKTU TERBIT TERBENAM MATAHARI TANGGAL 1 s.d. 15 SEPTEMBER 2014 [3/9/2014]
Berikut disampaikan informasi waktu terbit terbenam Matahari, waktu fajar, waktu transit dan waktu senja tanggal 1 s.d 15 September 2014 untuk kota-kota besar di Indonesia.


INFORMASI HILAL SAAT MATAHARI TERBENAM TANGGAL 26 AGUSTUS 2014 (PENENTU AWAL BULAN DZULQODAH 1435 H) [20/8/2014]
Berikut disampaikan informasi Hilal saat Matahari terbenam tanggal 26 Agustus 2014 (Penentu awal bulan Dzulqodah 1435 H). Informasi yang disampaikan di sini meliputi: 1. Waktu Konjungsi (Ijtima) dan Waktu Terbenam Matahari 2. Data Hilal saat Matahari terbenam untuk Beberapa Kota di Indonesia 3. Peta Ketinggian Hilal 4. Peta Elongasi 5. Peta Umur Bulan 6. Peta Lag 7. Peta Fraksi Illuminasi 8. Objek Astronomis Lainnya yang Berpotensi Mengacaukan Rukyat Hilal


Fase-fase Bulan dan Jarak Bumi-Bulan pada Tahun 2014 [8/8/2014]
Bulan mengelilingi Bumi dalam bentuk orbit ellips sehingga pada suatu saat Bulan akan berada pada posisi terdekat dari Bumi, yang disebut perigee, dan pada saat lain akan berada pada posisi terjauh dari Bumi, yang disebut apogee. Dalam revolusinya juga fase-fase Bulan yang terlihat dari Bumi berubah-ubah dari fase bulan baru ke fase setengah purnama awal (perempat pertama) ke fase purnama, dan ke fase setengah purnama akhir (perempat akhir) untuk nantinya kembali lagi ke fase bulan baru. Karena lama waktu yang ditempuh Bulan untuk menyelesaikan kedua periode revolusi tersebut berbeda, pada suatu saat Bulan berada pada fase bulan baru dan posisinya di perigee. Sementara di saat yang lain Bulan berada pada fase bulan baru dan posisinya di apogee. Demikianlah hal yang mirip berlaku juga untuk fase lainnya. Keadaan ini dapat diketahui dengan membandingkan waktu saat Bulan pada fase tertentu dengan waktu saat posisi Bulan di perigee atau apogee.


Observasi Hilal Penentu Awal Syawal 1435 H Dengan Video Streaming [30/7/2014]
Pada tanggal 27 dan 28 Juli 2014 telah dilaksanakan rukyat Hilal penentu awal bulan Syawal 1435 H dengan metode video streaming. Kegiatan ini terselenggara atas kerja sama BMKG dengan Kementerian Agama (Kemenag), Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemkominfo), Observatorium Bosscha ITB, Ormas Islam Pemerhati Rukyatul Hilal dan institusi terkait lainnya. Pelaksanaan rukyat hilal secara bersama dengan video steaming ini dilaksanakan BMKG di 11 titik rukyat, yaitu Biak-Papua, Latuhalat-Maluku, Manado-Sulut, Makassar-Sulsel, Kupang-NTT, Denpasar-Bali, Yogyakarta, Pelabuhan Ratu-Jawa Barat, Anyer-Banten, Padang-Sumbar, dan Medan-Sumut.


INFORMASI WAKTU TERBIT TERBENAM MATAHARI TANGGAL 16 s.d. 31 JULI 2014 [15/7/2014]
Berikut disampaikan informasi terbit terbenam Matahari, waktu fajar, transit dan senja tanggal 16 s.d 31 Juli 2014 untuk kota-kota besar di Indonesia.


INFORMASI WAKTU TERBIT TERBENAM MATAHARI TANGGAL 16 s.d. 30 JUNI 2014 [16/6/2014]
Berikut disampaikan informasi terbit terbenam Matahari, waktu fajar, transit dan senja tanggal 16 s.d 30 Juni 2014 untuk kota-kota besar di Indonesia.


INFORMASI HILAL UNTUK AWAL BULAN RAMADLAN DAN SYAWAL 1435 H [12/6/2014]
Berikut disampaikan informasi Hilal saat Matahari terbenam untuk awal Bulan Ramadlan dan Syawal 1435 H. Informasi yang disampaikan di sini meliputi: 1. Waktu Konjungsi (Ijtima) dan Waktu Terbenam Matahari 2. Data Hilal saat Matahari Terbenam untuk Beberapa Kota di Indonesia 3. Peta Ketinggian Hilal 4. Peta Elongasi 5. Peta Umur Bulan 6. Peta Lag 7. Peta Fraksi Illuminasi 8.Objek Astronomis Lainnya yang Berpotensi Mengacaukan Rukyat Hilal


KALIBRASI ARAH KIBLAT UMAT ISLAM DENGAN MEMANFAATKAN POSISI MATAHARI DI ATAS KABAH [28/5/2014]
Akibat gerak semu Matahari, pada tanggal 28 Mei dan 16 Juli Matahari akan tepat di atas Kabah. Keadaan ini dapat dimanfaatkan untuk melakukan kalibrasi arah kiblat bagi umat Islam.


INFORMASI HILAL SAAT MATAHARI TERBENAM TANGGAL 29 MEI 2014 (PENENTU AWAL BULAN SYABAN 1435H) [26/5/2014]
Berikut disampaikan informasi Hilal saat Matahari terbenam tanggal 29 Mei 2014 (Penentu awal bulan Syaban 1435 H). Informasi yang disampaikan di sini meliputi: 1. Waktu Konjungsi (Ijtima) dan Waktu Terbenam Matahari 2. Data Hilal dan Matahari untuk Beberapa Kota di Indonesia 3. Peta Ketinggian Hilal 4. Peta Elongasi 5. Peta Umur Bulan 6. Peta Lag 7. Peta Fraksi Illuminasi 8. Objek Astronomis Lainnya yang Berpotensi Mengacaukan Rukyat Hilal



Prakiraan Cuaca
16 September 2014
Medan
Hujan Ringan
23 - 32°C
Padang
Cerah Berawan
21 - 31°C
Palembang
Berawan
24 - 34°C
Bengkulu
Hujan Ringan
23 - 31°C
Pontianak
Berawan
23 - 33°C
Palangkaraya
Cerah Berawan
22 - 33°C
Manado
Berawan
20 - 32°C
Makassar
Cerah Berawan
20 - 35°C
Ternate
Berawan
23 - 31°C
Ambon
Hujan Ringan
23 - 28°C
Jayapura
Hujan Ringan
23 - 32°C
Sorong
Berawan
24 - 31°C
Kupang
Cerah
19 - 35°C
Denpasar
Berawan
22 - 32°C
Jakarta
Cerah Berawan
23 - 34°C
Bandung
Berawan
21 - 32°C
Semarang
Cerah Berawan
23 - 35°C
Surabaya
Cerah Berawan
23 - 34°C
Selengkapnya
Gempabumi Terkini
14 September 2014 - 23:34:20 WIB


Lokasi :
1.18 LU - 97.21 BT
Kedalaman : 10 Km

25 km BaratDaya NIASUTARA-SUMUT
tidak berpotensi TSUNAMI
Selengkapnya