GERHANA MATAHARI CINCIN 9-10 MEI 2013


Pada tanggal 9-10 Mei 2013 akan terjadi Gerhana Matahari Cincin (GMC) yang dapat diamati dari Samudra Pasifik, Australia, Singapura, Indonesia (kecuali Sumatera bagian Utara) dan Filipina bagian Selatan.Di Australia dan Pasifik akan mengalami Gerhana Matahari Cincin. Sementara di Indonesia (kecuali Sumatera bagian Utara) akan berupa Gerhana Matahari Sebagian (GMS) pada tanggal 10 Mei 2013 pagi hari.

Klik disini untuk unduh informasi selengkapnya.

Informasi :
Sub Bidang Gravitasi dan Tanda Waktu BMKG
Gedung Pusat Pelayanan Data dan Informasi Lantai 3
Jl. Angkasa I No. 2 Kemayoran, Jakarta 10720
Telepon :(021) 4246321       ext. 3309
Email:gtw@bmkg.go.id
::: tandawaktu


  » Informasi lainnya...

INFORMASI HILAL SAAT MATAHARI TERBENAM TANGGAL 24 OKTOBER 2014 (PENENTU AWAL BULAN MUHARRAM 1436 H) [20/10/2014]
Berikut disampaikan informasi Hilal saat Matahari terbenam tanggal 24 Oktober 2014 (Penentu awal bulan Muharram 1436 H). Informasi yang disampaikan di sini meliputi: 1. Waktu Konjungsi (Ijtima) dan Waktu Terbenam Matahari 2. Data Hilal saat Matahari terbenam untuk Beberapa Kota di Indonesia 3. Peta Ketinggian Hilal 4. Peta Elongasi 5. Peta Umur Bulan 6. Peta Lag 7. Peta Fraksi Illuminasi 8. Objek Astronomis Lainnya yang Berpotensi Mengacaukan Rukyat Hilal


INFORMASI WAKTU TERBIT TERBENAM MATAHARI TANGGAL 16 s.d. 31 OKTOBER 2014 [16/10/2014]
Berikut disampaikan informasi waktu terbit terbenam Matahari, waktu fajar, waktu transit dan waktu senja tanggal 16 s.d 31 Oktober 2014 untuk kota-kota besar di Indonesia.


INFORMASI WAKTU TERBIT TERBENAM MATAHARI TANGGAL 1 s.d. 15 OKTOBER 2014 [1/10/2014]
Berikut disampaikan informasi waktu terbit terbenam Matahari, waktu fajar, waktu transit dan waktu senja tanggal 1 s.d 15 Oktober 2014 untuk kota-kota besar di Indonesia.


GERHANA BULAN TOTAL 8 OKTOBER 2014 [23/9/2014]
Pada tanggal 8 Oktober 2014 akan terjadi Gerhana Bulan Total. Gerhana ini dapat diamati dari Amerika, Samudra Pasifik, Australia dan Asia kecuali Asia Barat. Gerhana ini juga dapat diamati dari wilayah Indonesia. Pengamat di Papua dan sebagian besar Maluku bagian Timur akan mendapati Bulan sedang berada dalam fase Gerhana Bulan Penumbra pada saat Bulan terbit. Untuk selanjutnya pengamat di daerah ini akan mengamati gerhana hingga selesai. Sementara pengamat di Maluku bagian Barat, Sulawesi, Nusa Tenggara, sebagian Besar Kalimantan bagian Timur dan Jawa bagian timur akan mendapati Bulan berada dalam fase Gerhana Bulan Sebagian dan untuk selanjutnya akan mengamati gerhana hingga selesai. Adapun pengamat di sebagian besar Jawa bagian Barat, sebagian kecil Kalimantan bagian Barat dan Sumatera akan mengamati Bulan sedang dalam proses Gerhana Total saat Bulan terbit. Pengamat di daerah ini akan mengamati juga fase-fase berikutnya dari gerhana ini. Hanya sebagian kecil saja di bagian barat Sumatera yang mendapati Bulan dalam fase Gerhana Bulan Total sudah berakhir saat Bulan terbit.


INFORMASI HILAL SAAT MATAHARI TERBENAM TANGGAL 24 SEPTEMBER 2014 (PENENTU AWAL BULAN DZULHIJJAH 1435 H) [18/9/2014]
Berikut disampaikan informasi Hilal saat Matahari terbenam tanggal 24 September 2014 (Penentu awal bulan Dzulhijjah 1435 H). Informasi yang disampaikan di sini meliputi: 1. Waktu Konjungsi (Ijtima) dan Waktu Terbenam Matahari 2. Data Hilal saat Matahari terbenam untuk Beberapa Kota di Indonesia 3. Peta Ketinggian Hilal 4. Peta Elongasi 5. Peta Umur Bulan 6. Peta Lag 7. Peta Fraksi Illuminasi 8. Objek Astronomis Lainnya yang Berpotensi Mengacaukan Rukyat Hilal


INFORMASI WAKTU TERBIT TERBENAM MATAHARI TANGGAL 16 s.d. 30 SEPTEMBER 2014 [16/9/2014]
Berikut disampaikan informasi waktu terbit terbenam Matahari, waktu fajar, waktu transit dan waktu senja tanggal 16 s.d 30 September 2014 untuk kota-kota besar di Indonesia.


INFORMASI WAKTU TERBIT TERBENAM MATAHARI TANGGAL 1 s.d. 15 SEPTEMBER 2014 [3/9/2014]
Berikut disampaikan informasi waktu terbit terbenam Matahari, waktu fajar, waktu transit dan waktu senja tanggal 1 s.d 15 September 2014 untuk kota-kota besar di Indonesia.


INFORMASI HILAL SAAT MATAHARI TERBENAM TANGGAL 26 AGUSTUS 2014 (PENENTU AWAL BULAN DZULQODAH 1435 H) [20/8/2014]
Berikut disampaikan informasi Hilal saat Matahari terbenam tanggal 26 Agustus 2014 (Penentu awal bulan Dzulqodah 1435 H). Informasi yang disampaikan di sini meliputi: 1. Waktu Konjungsi (Ijtima) dan Waktu Terbenam Matahari 2. Data Hilal saat Matahari terbenam untuk Beberapa Kota di Indonesia 3. Peta Ketinggian Hilal 4. Peta Elongasi 5. Peta Umur Bulan 6. Peta Lag 7. Peta Fraksi Illuminasi 8. Objek Astronomis Lainnya yang Berpotensi Mengacaukan Rukyat Hilal


Fase-fase Bulan dan Jarak Bumi-Bulan pada Tahun 2014 [8/8/2014]
Bulan mengelilingi Bumi dalam bentuk orbit ellips sehingga pada suatu saat Bulan akan berada pada posisi terdekat dari Bumi, yang disebut perigee, dan pada saat lain akan berada pada posisi terjauh dari Bumi, yang disebut apogee. Dalam revolusinya juga fase-fase Bulan yang terlihat dari Bumi berubah-ubah dari fase bulan baru ke fase setengah purnama awal (perempat pertama) ke fase purnama, dan ke fase setengah purnama akhir (perempat akhir) untuk nantinya kembali lagi ke fase bulan baru. Karena lama waktu yang ditempuh Bulan untuk menyelesaikan kedua periode revolusi tersebut berbeda, pada suatu saat Bulan berada pada fase bulan baru dan posisinya di perigee. Sementara di saat yang lain Bulan berada pada fase bulan baru dan posisinya di apogee. Demikianlah hal yang mirip berlaku juga untuk fase lainnya. Keadaan ini dapat diketahui dengan membandingkan waktu saat Bulan pada fase tertentu dengan waktu saat posisi Bulan di perigee atau apogee.


Observasi Hilal Penentu Awal Syawal 1435 H Dengan Video Streaming [30/7/2014]
Pada tanggal 27 dan 28 Juli 2014 telah dilaksanakan rukyat Hilal penentu awal bulan Syawal 1435 H dengan metode video streaming. Kegiatan ini terselenggara atas kerja sama BMKG dengan Kementerian Agama (Kemenag), Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemkominfo), Observatorium Bosscha ITB, Ormas Islam Pemerhati Rukyatul Hilal dan institusi terkait lainnya. Pelaksanaan rukyat hilal secara bersama dengan video steaming ini dilaksanakan BMKG di 11 titik rukyat, yaitu Biak-Papua, Latuhalat-Maluku, Manado-Sulut, Makassar-Sulsel, Kupang-NTT, Denpasar-Bali, Yogyakarta, Pelabuhan Ratu-Jawa Barat, Anyer-Banten, Padang-Sumbar, dan Medan-Sumut.



Prakiraan Cuaca
21 October 2014
Medan
Hujan Ringan
23 - 33°C
Padang
Hujan Ringan
22 - 30°C
Palembang
Hujan Ringan
24 - 34°C
Bengkulu
Berawan
24 - 32°C
Pontianak
Hujan Sedang
23 - 33°C
Palangkaraya
Hujan Ringan
23 - 33°C
Manado
Hujan Ringan
23 - 33°C
Makassar
Berawan
24 - 33°C
Ternate
Hujan Ringan
24 - 32°C
Ambon
Berawan
24 - 30°C
Jayapura
Hujan Sedang
23 - 32°C
Sorong
Hujan Ringan
24 - 31°C
Kupang
Cerah
22 - 36°C
Denpasar
Hujan Ringan
24 - 33°C
Jakarta
Hujan Ringan
24 - 34°C
Bandung
Hujan Ringan
22 - 32°C
Semarang
Berawan
24 - 35°C
Surabaya
Cerah Berawan
25 - 36°C
Selengkapnya
Gempabumi Terkini
22 Oktober 2014 - 11:14:40 WIB


Lokasi :
7.20 LS - 105.29 BT
Kedalaman : 10 Km

84 km BaratDaya PANDEGLANG-BANTEN
tidak berpotensi TSUNAMI
Selengkapnya